Ketika beberapa tahun lalu seorang paman saya yang seorang investor saham mengatakan AS akan menyerang Irak, saya cuma tertawa karena pastilah ide itu cuma ide gila yang akan menghancurkan perekonomian dunia dan AS sendiri.Seperti kita tahu, AS adalah konsumen minyak terbesar di dunia, sehingga naiknya harga minyak akan merusak pula keadaan ekonomi negara itu.Tapi, kenyataannya seperti kita sudah pada tahu semua, Bush and Co mengamalkan penjajahan itu, dengan beralasan “War on Terror”. Akhir-akhir ini kita akhirnya secara pasti tahu, bahwa perang irak tak ada kaitannya dengan Osama bin Laden, Weapon Mass Destruction dkk.Seperti kita tahu juga, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh para korban “9 11″ sebagaimana didokumentasikan di “Press for the truth” http://agung-trisetyarso.blogspot.com/2008/09/press-for-truth.html, kalau ingin mengejar “pelaku terorisme”, seharusnya pemerintah AS memfokuskan diri ke Pakistan, dimana asal-muasal misteri “9 11″ dimulai. Bukti terjadinya transfer uang untuk Muhammad Atta, Zaid Jarra dkk yang diberikan oleh ISI, yaitu CIA-nya Pakistan, seharusnya ditindaklanjuti.(Inilah kejanggalan kebijakan Pemerintah Bush; bukannya meneruskan penyelidikan ke Pakistan, justru melakukan penyerangan ke Irak, negeri yang tak ada kaitannya sama sekali dengan “9 11″)Dan ternyata, ujung-ujungnya serangan ke Irak adalah karena duit dan minyak (http://trisetyarso.wordpress.com/2008/10/08/perang-irak-itu-karena-duit/)Nah, setelah Bush and Co mengarsiteki terorisme “9 11″, perang irak dan afghanistan, plus mengambil untung dari krisis finansial yang kini terjadi, apakah mungkin masih berani menyerang iran?Sayang seribu sayang, mobilisasi untuk perang ke iran sudah cukup lama dilakukan (http://trisetyarso.wordpress.com/2008/07/05/persiapan-perang-amrik-ke-iranpreparing-the-battlefield/) dan agaknya perang iran kemungkinan besar masih akan dilakukan, sebagaimana ditunjukkan grafik dari intrade.com:M...
Ketika beberapa tahun lalu seorang paman saya yang seorang investor saham mengatakan AS akan menyerang Irak, saya cuma tertawa karena pastilah ide itu cuma ide gila yang akan menghancurkan perekonomian dunia dan AS sendiri.
Seperti kita tahu, AS adalah konsumen minyak terbesar di dunia, sehingga naiknya harga minyak akan merusak pula keadaan ekonomi negara itu.
Tapi, kenyataannya seperti kita sudah pada tahu semua, Bush and Co mengamalkan penjajahan itu, dengan beralasan “War on Terror”. Akhir-akhir ini kita akhirnya secara pasti tahu, bahwa perang irak tak ada kaitannya dengan Osama bin Laden, Weapon Mass Destruction dkk.
Seperti kita tahu juga, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh para korban “9 11″ sebagaimana didokumentasikan di “Press for the truth” http://agung-trisetyarso.blogspot.com/2008/09/press-for-truth.html, kalau ingin mengejar “pelaku terorisme”, seharusnya pemerintah AS memfokuskan diri ke Pakistan, dimana asal-muasal misteri “9 11″ dimulai. Bukti terjadinya transfer uang untuk Muhammad Atta, Zaid Jarra dkk yang diberikan oleh ISI, yaitu CIA-nya Pakistan, seharusnya ditindaklanjuti.
(Inilah kejanggalan kebijakan Pemerintah Bush; bukannya meneruskan penyelidikan ke Pakistan, justru melakukan penyerangan ke Irak, negeri yang tak ada kaitannya sama sekali dengan “9 11″)
Dan ternyata, ujung-ujungnya serangan ke Irak adalah karena duit dan minyak (http://trisetyarso.wordpress.com/2008/10/08/perang-irak-itu-karena-duit/)
Nah, setelah Bush and Co mengarsiteki terorisme “9 11″, perang irak dan afghanistan, plus mengambil untung dari krisis finansial yang kini terjadi, apakah mungkin masih berani menyerang iran?
Sayang seribu sayang, mobilisasi untuk perang ke iran sudah cukup lama dilakukan (http://trisetyarso.wordpress.com/2008/07/05/persiapan-perang-amrik-ke-iranpreparing-the-battlefield/) dan agaknya perang iran kemungkinan besar masih akan dilakukan, sebagaimana di